Cari Dokter

21 Jul 2022
views

APA ITU HIV/AIDS ?

mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738;

letter-spacing:-.25pt;font-weight:normal;mso-bidi-font-weight:bold">HIV (

mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738;

letter-spacing:-.25pt;mso-bidi-font-weight:bold">human immunodeficiency virus

mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738;

letter-spacing:-.25pt;font-weight:normal;mso-bidi-font-weight:bold">) adalah

virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan

sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin

melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">HIV yang tidak segera ditangani

akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah

stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan

infeksi sudah hilang sepenuhnya.

mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Bagaimanakah

penularan HIV?

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Penularan HIV terjadi melalui

kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina,

cairan anus, serta ASI. Perlu diketahui, HIV tidak menular melalui udara, air,

keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">HIV adalah penyakit seumur

hidup. Dengan kata lain, virus HIV akan menetap di dalam tubuh penderita seumur

hidupnya. Meski belum ada metode pengobatan untuk mengatasi HIV, tetapi ada

obat yang bisa memperlambat perkembangan penyakit ini dan dapat meningkatkan

harapan hidup penderita.

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:#3B3738;letter-spacing:-.25pt">Gejala

HIV dan AIDS

mso-bidi-theme-font:minor-latin">Kebanyakan penderita mengalami flu ringan pada

2–6 minggu setelah terinfeksi HIV. Flu bisa disertai dengan gejala lain dan

dapat bertahan selama 1–2 minggu. Setelah flu membaik, gejala lain mungkin

tidak akan terlihat selama bertahun-tahun meski virus HIV terus merusak

kekebalan tubuh penderitanya, sampai HIV berkembang ke stadium lanjut menjadi

AIDS.

mso-bidi-theme-font:minor-latin">Gejala lain yang patut diduga terinfeksi HIV

ialah berat badan yang turun >10% dari berat badan sebelumnya, demam selama

lebih dari 1 bulan yang terus menerus atau hilang timbul, diare lebih dari 1

bulan yang terus menerus atau hilang timbul, sariawan di bibir yang jumlahnya

banyak dan berulang atau tidak membaik dengan obat.

mso-bidi-theme-font:minor-latin">Pada kebanyakan kasus, seseorang baru

mengetahui bahwa dirinya terserang HIV setelah memeriksakan diri ke dokter

akibat terkena penyakit parah yang disebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh.

Penyakit parah yang dimaksud antara lain diare kronis, pneumonia, atau toksoplasmosis otak.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:#3B3738;letter-spacing:-.25pt">Penyebab

dan Faktor Risiko HIV dan AIDS

"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;

color:#3B3738">Penyakit HIV disebabkan oleh human immunodeficiency

virus atau HIV, sesuai dengan nama penyakitnya. Bila tidak diobati,

HIV dapat makin memburuk dan berkembang menjadi AIDS.

"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;

color:#3B3738">Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seks vaginal atau

anal, penggunaan jarum suntik, dan transfusi darah. Meskipun jarang, HIV juga

dapat menular dari ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui.

"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;

color:#3B3738">Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan adalah

sebagai berikut:

  • mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin">Berhubungan

    seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman

  • mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin">Menggunakan

    jarum suntik bersama-sama

  • mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin">Melakukan

    pekerjaan yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh manusia tanpa

    menggunakan alat pengaman diri yang cukup

"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;

color:#3B3738">Lakukan konsultasi ke dokter bila Anda

menduga telah terpapar HIV melalui cara-cara di atas, terutama jika mengalami

gejala gejala patut diduga terinfeksi HIV seperti yang disebutkan diatas

setelah 2–6 minggu terpapar faktor risiko penularan.

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:#3B3738;letter-spacing:-.25pt">Pencegahan

HIV dan AIDS

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Berikut adalah beberapa cara

yang dapat dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan penularan HIV:

mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:#3B3738;letter-spacing:-.25pt">

  • mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;

    mso-bidi-theme-font:minor-latin">Tidak melakukan hubungan seks sebelum

    menikah

  • mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;

    mso-bidi-theme-font:minor-latin">Tidak berganti-ganti pasangan seksual

  • mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;

    mso-bidi-theme-font:minor-latin">Menggunakan kondom saat berhubungan

    seksual

  • mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;

    mso-bidi-theme-font:minor-latin">Menghindari penggunaan narkoba, terutama

    jenis suntik

  • mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-font-family:Calibri;

    mso-bidi-theme-font:minor-latin">Mendapatkan informasi yang benar terkait

    HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, terutama bagi anak

    remaja

mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Bagaimanakan

cara mendeteksi HIV?

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Prosedur pemeriksaan pasien HIV

dengan faktor risiko tinggi dan gejala yang patut dicurigai HIV saat ini

pertama tama didahului konseling  pra tes

atau informasi singkat yang diberikan oleh petugas kesehatan kemudian dites

darah dengan menggunakan reagen tes cepat atau dengan ELISA yang dilakukan

dengan 3 kali pemeriksaan untuk menghindari hasil positif atau negative palsu

mengingat pengobatan HIV dilakukan seumur hidup. 

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Tes HIV dapat menunjukan

negative pada masa jendela, yaitu 2 minggu hingga 3 bulan setelah terinfeksi

HIV. Sehingga, tes HIV perlu dilakukan ulang meskipun hasil negative pada tes

pertama bila terdapat gejala patut dicurigai HIV dan bila melakukan perilaku

yang telah disebutkan di faktor risiko diatas. 

mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Apakah

yang dilakukan apabila seseorang baru saja terdiagnosis HIV?

mso-bidi-theme-font:minor-latin;color:#3B3738">Setelah seseorang terinfeksi HIV

maka pasien harus datang ke rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan untuk ditentukan

apakah pasien sudah memenuhi syarat untuk pengobatan HIV yaitu terapi

antiretroviral, kemudian dilakukan penilaian status imunitas pasien melalui

pemeriksaan lab CD4, setelah itu dilakukan pemeriksaan menyeluruh infeksi lain

yang ada karna imunitas tubuh pasien menurun yang diakibatkan oleh penyakit HIV

(seperti TBC, gangguan pencernaan, toxoplasmosis otak, dsb)

Tags:
Healthcare Medical
Logo

Jl. Warung Sila No. 8, RT.06/RW.04, Gudang Baru Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630