Persalinan adalah sebuah proses yang membutuhkan kesiapan fisik sekaligus mental. Salah satu cara sederhana dengan melakukan senam hamil agar tetap aktif bergerak melalui aktivitas fisik sesuai dengan kondisi kehamilan.
Belum lama ini, saya membantu kawan yang sedang hamil untuk mencari dimana dia bisa senam hamil dan menemukan kegiatan senam hamil yang diselenggarakan oleh RSU Andhika. Kegiatannya tidak sekadar berisi gerakan-gerakan olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi para Ibu hamil untuk belajar lebih mengenal tubuhnya dan mempersiapkan diri menghadapi persalinan.
Salah satu instruktur dari tim kebidanan RSU Andhika, Syifa menjelaskan bahwa senam hamil dapat membantu Ibu menjaga kebugaran sekaligus mengurangi beberapa keluhan yang cukup umum selama kehamilan, seperti nyeri punggung dan rasa pegal.
Latihan pernapasan dan relaksasi juga diperkenalkan kepada peserta agar bisa bernapas dengan baik. Ketika menghadapi kontraksi dan proses persalinan nanti, kemampuan mengatur napas dan menjaga tubuh tetap rileks bisa menjadi salah satu hal yang membantu Ibu menghadapi proses tersebut dengan lebih tenang.
Para peserta juga diajarkan latihan untuk membantu memperkuat otot panggul dan punggung, latihan relaksasi, hingga teknik pernapasan yang dapat dipraktikkan ketika menghadapi rasa mulas atau kontraksi.
Rekomendasi Buku
Saya membayangkan, bagi seorang Ibu yang sedang mempersiapkan persalinan, latihan seperti ini bukan hanya soal membuat tubuh lebih bugar. Ada rasa percaya diri yang perlahan dibangun ketika kita mulai mengenal apa yang bisa dilakukan tubuh kita sendiri.
Tentunya, senam hamil bukan berarti semua gerakan bisa dilakukan begitu saja. Kondisi setiap kehamilan berbeda. Karena itu, pendampingan tenaga kesehatan menjadi penting agar Gerakan yang dilakukan sesuai dengan kondisi Ibu dan janin.
Dalam kegiatan RSU Andhika tersebut, jumlah peserta juga dibatasi maksimal 15 orang. Dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, instruktur dan tim kebidanan dapat memberikan perhatian lebih kepada masing-masing peserta, termasuk memastikan gerakan dilakukan dengan benar dan tetap nyaman.
Selain bergerak bersama, para Ibu hamil juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai kehamilan maupun persiapan persalinan. Mereka bisa saling berbagi pengalaman, mendengarkan cerita Ibu lainnya, sekaligus mendapatkan informasi langsung dari tenaga kebidanan.
Kehamilan memang sering kali terasa seperti sebuah perjalanan yang sangat personal. Tetapi bukan berarti harus dijalani sendirian. Kita tetap membutuhkan informasi serta membutuhkan pendampingan.
Menurut saya, edukasi seperti inilah yang juga penting dalam perjalanan kehamilan.
Kesehatan Ibu dan anak tidak hanya berbicara tentang bagaimana mendapatkan pelayanan ketika ada keluhan atau ketika tiba waktunya melahirkan. Menjaga kesehatan juga berarti mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, memahami perubahan tubuh, mengetahui apa yang bisa dilakukan, dan kapan kita perlu meminta bantuan tenaga kesehatan.
Senam hamil tentu bukan satu-satunya cara untuk mempersiapkan persalinan. Kondisi dan kebutuhan setiap Ibu berbeda, sehingga aktivitas fisik selama kehamilan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan yang menangani kehamilan.
Tetapi dari kegiatan sederhana seperti ini, saya kembali diingatkan bahwa mempersiapkan persalinan sebenarnya bukan hanya tentang mempersiapkan hari ketika bayi lahir. Kita juga sedang mempersiapkan seorang Ibu untuk melewati sebuah proses besar dalam hidupnya.
Tubuh yang lebih siap, pikiran yang lebih tenang, pengetahuan yang cukup, dan dukungan yang tepat barangkali semuanya bisa menjadi bekal kecil yang membuat perjalanan menuju persalinan terasa sedikit lebih ringan.
Semangat kawanku yang sedang hamil dan para Ibu hamil dimana pun berada. Sehat, lancar, dan semakin siap hingga bertemu sang buah hati.
sumber:https://www.kompasiana.com/andiniharsono/6ac4d2fe34777c6ccc2c5047/seberapa-penting-senam-hamil-untuk-mempersiapkan-persalinan